Solusi Kelangkaan Energi Indonesia

Preambule

Jika anda termasuk pelanggan PLN yang kecewa karena sering mati listrik tanpa permisi, ada baiknya anda mendukung dengan mengirimkan link blog ini ke pihak yang kira kira bisa mewujudkan usul dari penulis

Permasalahan energi indonesia sebenarnya tidak harus diselesaikan dengan menambah pembangkit listrik konvensional (membutuhkan bahan baku fosil yang makin langka dan mahal ) namun cukup dengan membangun PLTD yang jumlahnya proporsional dengan kebutuhan listrik indonesia.

PLTD yang saya maksud sedikit berbeda dengan akronim dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang banyak ditemukan di pulau terpencil di indonesia. PLTD yang saya maksud adalah Pembangkit Listrik Tenaga Dedemit

Eit, jangan apriori dulu dengan ide saya, ide ini cukup rasional dan dapat diimplementasikan. Teknisnya begini, kita semua tahu kan bahwa dedemit bisa menggerakkan materi seperti pintu, meja – bahkan kalo di pilem pilem bisa sampe bikin orang terbang. Nah daripada gerakin barang barang yang gak penting gitu mending disuruh puterin Turbin-Ya TURBIN, turbin yang disambungin sama mekanisme pembangkit listrik kaya gambar dibawah ini 

 

Nah supaya dedemit mau gerakin turbin rekrut dukun dukun, suruh para dukun tadi jadi koordinatornya dedemit-nanti dikasi gaji yang pantas lah ( daripada dapet duit dari nyantet orang kan mending dari ginian )

Khusus untuk dedemitnya nanti akan dikasi barang barang sesaji yang dapat menyenangkan dia seperti menyan, jajan pasar ato barang kecil lainnya, kalau sudah mulai ngelunjak(minta darah misalnya) kita minta mbah dukun cari dedemit yang lain :)  

Supaya lebih efektif taruh turbin tadi di antara gedung gedung di jakarta-yang anginnya banter banget. jadi ada penggandaan efektifitas, sekalian mengenalkan masyarakat jakarta dengan makhluk alam lain

Itung itungan ekonomisnya kaya gini,

=================================================

Investasi

kalo misalnya 1 dedemit mengkonsumsi menyan 1 kg per minggu dan jajan pasar 7 buah seminggu maka pengeluaran adalah

asumsi : 1 dedemit bisa gerakin 1 turbin

5000 + 7000 = 12000 per minggu atau 48000 sebulan

dan gaji dukun adalah 4 Juta sebulan

untuk investasi turbin katakan harganya 5 jutaan

misalkan kita mau pasang 10.000 turbin

maka :

startup cost =      50.000.000.000 

monthly cost =         484.000.000

maka investasi selama 5 tahun adalah = 79.040.000.000

===============================================

Pengembalian

Asumsi 1 Turbin bisa produksi 10 Kw/h maka dalam 5 tahun total produksi energi adalah 

10.0000x10x24x365x5 = 4.380.000.000 KWH, jika setiap kwh dihargai 100 rupiah aja (bandingkan sama biaya produksi PLN yang sampai 1000 per KWH ) maka didapatkan angka 438.000.000.000

retur investasi selama 5 tahun ~554%

Nah, investasi mana lagi yang bisa memberikan pengembalian kaya gini. 

Penutup

Dari semua data diatas nampaknya solusi yang ditawarkan secara fisika dan ekonomis cukup masuk akal, oleh karena itu secara resmi saya open source kan konsep ini secara gratis pada pihak pihak yang peduli dengan masa depan Indonesia.

keterangan

biaya turbin, biaya dukun, besaran produksi listrik merupakan imajinasi penulis semata, besaran aktual bisa bervariasi berdasarkan kondisi pasar, ekonomi, geopolitik, musim dan faktor x

disclaimer

Pada saat menulis ini saya dalam kondisi ngantuk, agak kesurupan, kesepian dan digigiti nyamuk aides ajepti jadi saya tidak seberapa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang saya tulis

September 6, 2008 at 6:20 pm Tinggalkan komentar

Data Mining- Klasifikasi part 1

Dalam data mining dikenal sebuah istilah klasifikasi, klasifikasi menurut definisi dari sumber adalah

Classification is a data mining (machine learning) technique used to predict group membership for data instances

Menurut definisi tsb klasifikasi adalah teknik yang dilakukan untuk memprediksi class atau properti dari setiap instance data.

Definisi Data

Untuk mengetahui definisi dari data dalam klasifikasi mari kita lihat tabel dibawah ini

 

2

2

3

1

Tua

Merokok

Lemah Jantung

1

Tua

Tidak Merokok

Agak Lemah Jantung

Dari tabel diatas diketahui ada 3 elemen yaitu
  1. instance : data itu sendiri, setiap instance akan memiliki atribut dan class
  2. atribut : atribut adalah keterangan yang dikandung dalam data itu sendiri, setiap data bisa memiliki lebih dari 1 atribut. biasanya atribut menggunakan variabel diskrit
  3. class : class adalah status dari setiap instance, class adalah kesimpulan dari setiap data, setiap data biasanya hanya memiliki 1 class, biasanya class menggunakan variable diskrit
nah dalam klasifikasi, permasalahan yang dihadapai adalah menentukan class atau attribut dari suatu data yang sebelumnya belum diketahui

Tahapan

Tahapan dari klasifikasi dalam data mining terdiri dari 

  • Pembangunan model, dalam tahapan ini dibuat sebuah model untuk menyelesaikan masalah klasifikasi class atau attribut dalam data, model ini dibangun berdasarkan training set-sebuah contoh data dari permasalahan yang dihadapi, training set ini sudah mempunyai informasi yang lengkap baik attribut maupun classnya
  • Penerapan model, pada tahapan ini model yang sudah dibangun sebelumnya digunakan untuk menentukan attribut / class dari sebuah data baru yang attribut / classnya belum diketahui sebelumnya
  • Evaluasi, pada tahapan ini hasil dari penerapan model pada tahapan sebelumnya dievaluasi menggunakan parameter terukur untuk menentukan apakah model tersebut dapat diterima

Pembangunan Model

Dalam tahapan ini dibuat sebuah model yang dapat melakukan klasifikasi dari training data, 
Jika didapatkan training data sebagai berikut

No

Usia

Diabetes

Rajin Berolahraga

Lajang

Cakep

LS ?

1

Muda

Tidak

Ya

Ya

Tidak

Tidak

2

Muda

Tidak

Tidak

Ya

Tidak

Sedikit

3

Muda

Ya

Ya

Ya

Tidak

Ya

4

Muda

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

5

Matang

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

6

Matang

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Sedikit

7

Matang

Ya

Ya

Tidak

Ya

Ya

8

Matang

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Ya

dapat diusulkan model sebagai dibawah ini. ( cara membangkitkan model dan memilih splitting attribut akan dibahas lebih lanjut pada artikel selanjutnya )
model 1 :
if ( diabetes = ya ) maka LS = Ya
else if ( diabetes = tidak ) {
if ( Rajin Berolahraga = Ya ) LS = Tidak
else if ( Rajin berolahraga = Tidak ) LS = Sedikit  
yang jika dituliskan flowchartnya adalah sebagai berikut

 

model solusi 1

model solusi 1

 

dari model tersebut, jika digunakan pada training data didapatkan misklasifikasi sebesar 0 / 8 = 0 %
Penerapan Model
Setelah didapatkan model tersebut, model bisa diuji kepada data yang belum terklasifikasi seperti set data dibawah ini,  untuk mengetahui seberapa efektif model terhadap kondisi nyata diberikan jawaban yang seharusnya dijawab oleh model

No

Usia

Diabetes

Rajin Berolahraga

Lajang

Cakep

LS ?

Keadaan Nyata

1

Muda

Tidak

Ya

Ya

Tidak

-

Tidak

2

Muda

Tidak

Tidak

Ya

Tidak

-

Sedikit

3

Muda

Ya

Ya

Ya

Tidak

-

Ya

4

Muda

Ya

Tidak

Ya

Tidak

-

Ya

5

Matang

Tidak

Ya

Tidak

Ya

-

Tidak

6

Matang

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

-

Sedikit

7

Matang

Ya

Ya

Tidak

Ya

-

Ya

8

Lanjut

Tidak

Ya

Tidak

Tidak

-

Ya

setelah model digunakan, model akan memberikan jawaban sebagai berikut

No

LS ?

Keadaan Nyata

1

Tidak

Tidak

2

Sedikit

Sedikit

3

Ya

Ya

4

Ya

Ya

5

Tidak

Tidak

6

Sedikit

Sedikit

7

Ya

Ya

8

Tidak

Ya

Evaluasi Model

Dari penerapan model diketahui bahwa akurasi model dibandingkan dengan kasus nyata adalah 7/8 = 87,5 %
kesalahan klasifikasi pada nomor 8 disebabkan karena pada saat training belum diketahui kondisi tersebut, sehingga model tidak memformulasikan untuk kasus tersebut
Jika diketahui besaran error data yang sudah disebutkan sebelumnya, ada 2 pilihan yang bisa diambil, yaitu membuat model lain atau menerima model tersebut- misalnya karena batasan error tersebut diterima 
Untuk sementara sekian dahulu, pada pembahasan selanjutnya akan dibahas mengenai
  • algoritma membangun model pohon keputusan menggunakan beberapa algortima populer 
  • metodelogi evaluasi model yang lebih komprehensif
Untuk referensi lebih mendalam mengenai pokok bahasan ini bisa mengunduh dari sini, ppt dari pakar data mining favorit saya, Prof Jiawei Han

September 6, 2008 at 5:11 pm Tinggalkan komentar

Sejarah akan berulang-Entah Kapan

Masalah ekonomi berupa kredit macet dalam jumlah besar  sekitar yang terjadi akhir akhir ini merupakan pertanda bahwa amerika sedang menuju jurang kehancuran ekonomi, hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh siapapun

Kenaikan harga minyak yang sampai mencapai 140 US$-walaupun sudah tinggal 105 US$ pada september ini- pada akhir juli lalu juga nampaknya menyumbang peran yang cukup besar, karena amerika merupakan negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Kondisi ekonomi tersebut sebenarnya juga diperparah dengan kebijakan politik dan militer amerika yang invasif terhadap kedaulatan lain . Yang tentu saja menghabiskan sumber daya ekonomi yang luar biasa besar. Untuk perang di Iraq saja amerika sudah menghabiskan 575 billion $ pada saat artikel ini ditulis, belum lagi perang vietnam 584 b US$ perang korea 408 b US$ yang warisan hutangnya bisa jadi belum terselesaikan.

Amerika yang merupakan pemenang dalam perang dunia ke II mempunyai ekonomi nomor wahid, peringkat pertama selama puluhan tahun dalam ekonomi dunia dipandang dari total GDP yang dimiliki-hanya dibayangi oleh USSR (sebelum sovyet runtuh) dan Jepang setelahnya.

Ekonomi Amerika sangat ditunjang oleh produksi barang teknologi tingginya, seperti perangkat lunak, ekonomi maya, dotcom, Superioritas ekonomi Amerika bahkan memuncak pada saat presiden amerika ke 42 Bill Clinton disaat meninggalkan gedung putih mewariskan surplus 559 B US$ pada kas negara, namun apa surplus tersebut dibandingkan biaya yang dikeluarkan oleh angka angka yang telah disajikan tadi

Melihat fakta fakta tersebut tidaklah berlebihan jika kita bisa menganalogikan amerika sebagai sebuah imperium besar yang akan kolaps, seperti romawi dan majapahit yang sama sama hancur karena dirinya sendiri. Seperti para imperium pendahulunya, proses kemunduran yang diakhiri jatuhnya suatu imperium akan berlangsung selama berdekade dekade. Untuk amerika, kemundurannya sudah nyata terlihat-tinggal kita menunggu jatuhnya

Di akhir tulisan saya ingin mengutip ungkapan dari George Bernard Shaw 

If history repeats itself, and the unexpected always happens, how incapable man must be of learning from experience

Yang saya coba serap maknanya yaitu : manusia cenderung tidak mampu untuk menghindari ulangan sejarah yang buruk. 

Semoga kita selalu diberkahi oleh Tuhan semesta alam untuk dapat bermanfaat dan menyebar kasih sayang bagi makhluk lain

September 6, 2008 at 10:02 am 1 komentar

Merdeka-kah ?

 Sudah 63 tahun lebih sekian bulan Indonesia merdeka dan secara de-jure menyatakan kemerdekaanya- sebuah kondisi dimana Indonesia mempunyai kedaulatan penuh atas wilayah dan rakyatnya, tapi belum juga indonesia merdeka dari bangsa lain dalam banyak hal

Belum merdekanya bangsa ini tidak seperti sebelum masa kemerdekaan dimana secara fisik eksplisit, sosial politik, budaya dikuasai bangsa lain, tapi lebih kepada tidak adanya kedaulatan Indonesia atas aspek ekonomi negerinya sendiri. Sebuah aspek yang merupakan tolok ukur standar mengenai seberapa mampu negara tersebut mensejahterakan rakyatnya

Tidak merdekanya indonesia secara ekonomi ditandai dengan betapa tergantungnya ekonomi indoensia mulai dari sektor produksi, manufaktur barang setengah jadi, transportasi kepada bangsa bangsa lain.Contoh sederhananya adalah di bidang produksi, energi khususnya (pada saat saya menulis artikel ini listrik mati 3 kali ),  walaupun dimonopoli oleh perusahaan negara, produksi listrik PLN berasal dari pembangkit listrik yang mesin mesinnya berasal dari luar negeri. Mungkin lekat dalam ingatan kita ketika beberapa saat lalu salah satu pembangkit listrik kita tidak beroperasi-akibat menunggu datangnya suku cadang dari luar negeri yang mengakibatkan pasokan listrik defisit entah berapa MW. 

Di bidang manufaktur barang setengah jadi, seperti layaknya bidang produksi, manufaktur barang di indoensia ini kebanyakan menggunakan alat buatan luar negeri, bahkan mesin jahit merk singer jadul itupun impor, entah darimana. Bisa dibayangkan jika ternyata kondisi yang mirip dengan pembangkit listrik yang saya sebutkan terjadi. Bisa bisa pabrik ndak produksi. 

Di bidang transportasi, mana ada sih kendaraan pengangkut yang kita produksi sendiri, paling maksimal negara kita jadi assembler,  komponenen paling penting dari kendaraan seperti mesin dan sasis kan masih impor, bisa dibanyangkan kalo tiba tiba jepang sebagai negara produsen kendaraan di indonesia tiba tiba menolak mengekspor kendaraan ke indoensia.

Dari fakta fakta empiris tersebut sepertinya tidak berlebihan jika dikatakan indonesia tidak cukup berdaulat, setidaknya di bidang ekonomi. saya rasa juga tidak berlebihan jika dikatakan indonesia sedang mengulangi dijajah lagi (walaupun tidak persis sama)-tidak secara fisik namun secara ekonomi

Di akhir tulisan saya ingin mengutip ungkapan lama entah dari siapa

Sejarah selalu berulang

Ungkapan itu hemat saya cukup menarik, apalagi jika melihat Indonesia yang dalam sejarah pernah dijajah, dan menjajah

September 6, 2008 at 8:58 am Tinggalkan komentar

Syntesia-Belajar Piano Lewat Game

Nah ente ente pernah main vos kan, game pc jadul dimana elo bisa main piano lewat kibord komputer ?, nah kali ini ada software baru-syntesia namanya, konsep dari game ini menarik banget, elo bisa main game sambil belajar main kibor-kali ini kibor beneran, ndak kaya VOS yang tutsnya cuma 5 (
 

Gameplay

Gameplay dari game sebenernya simpel, ada tuts jatuh jatuh, nah pas tuts jatuh pada baseline, pencet kibornya, kalo bener dapet skor

kalau yang dipencet pada waktu yang bener, dapet skor dan combo, kalau salah-ya salah :hammer

nih skrishot nya

 

Game Play Screen

Kompabilitas

Ini yang saya acungi jempol, input dari game ini itu midi, dan setiap alat musik bisa disetting apa bakal dimainin apa endak, bahkan mode lain, seperti tampil aja atau ndak tampil atau bunyi juga ada

nih caranya

Track Selection Screen

Fitur

Fitur andalah dari software ini adalah learning pack yang dapat memudahkan pemain untuk belajar piano / kibor dengan melihat partiturnya, dengan ini pemain bisa sekalian belajar baca not balok-kemampuan yang jarang dimiliki pemain piano otodidak

Song Statistics and Score Screen

Kebutuhan Perangkat

Ini lebih keren lagi, software kompatibel dengan midi in dari piano, artinya game bisa deteksi pencetan tuts di piano

Fitur ini bahkan lebih gampang dipake pada piano piano keluaran baru yang pake USB, langsung tancep

Harga

Gratisan, 15 dollar doang kalo mau pake language pack )

yang mau download syntesia monggo bisa dicek disini

yang mau download vos jadul bisa dicek disini <- bahasa dewa tapi klik 2 aja lah bisa kok

ato disini

September 5, 2008 at 7:20 pm Tinggalkan komentar

Gen Tuhan-Review Buku

Jika anda sering bertanya tanya kenapa ada banyak orang yang ber-Tuhan namun tidak beragama , ada referensi menarik yang bisa dibaca. Dalam buku itu dibahas tentang ditemukan adanya gen V-MAT pada setiap manusia yang mempengaruhi tingkat spritualitas dari seseorang.

Gen tsb tidak secara langsung menjadikan orang percaya  kepada Tuhan, namun memudahkan orang untuk merasakan pengalaman mistis-mungkin adanya Tuhan- pada setiap orang-yang tentu saja berkaitan erat dengan spiritualitas. 

Cara bekerja gen tsb dijelaskan secara singkat oleh mas wikipedia

Simply put, the gene is involved in the breakdown of monoamines, a class of neurotransmitters which contribute to an individual’s emotional sensitivity. The loose interpretation is that monoamines correlate with a personality trait called self-transcendence. Composed of three sub-sets, self-transcendence is composed of “self-forgetfulness” (as in the tendency to become totally absorbed in some activity, such as reading); “transpersonal identification” (a feeling of connectedness to a larger universe); and “mysticism” (an openness to believe things not literally provable, such as ESP). Put them all together, and you come as close as science can to measuring what it feels like to be spiritual. This allows us to have the kind of experience described as religious ecstasy.

Seperti gen gen lainnya, setiap individu mempunyai komposisi dan jumlahan gen yang berbeda-perbedaan ini menyebabkan kemudahan kesempatan dalam merasakan sensasi yang disebut sebagai religious ecstasy yang berbeda beda. 

Dalam suatu percobaan yang dituliskan dalam buku tersebut ada suatu percobaan pada tahun 1960 an untuk membangkitkan perasaan religious ecstasy pada subjek dengan menggunakan obat obat halusinogen DMT. Caranya adalah memberikan obat tsb pada responden sebelum mengikuti sebuah misa yang dirancang khusus untuk memudahkan orang untuk berada pada kondisi trans ( jadi penasaran misa nya kayak apa ). Hasil dari percobaan tersebut bisa dilihat pada masa sekarang dimana sejumlah besar peserta percobaan memiliki memori sangat kuat tentang misa tersebut. 

Ada fakta cukup menarik dalam buku tersebut bahwa walaupun biasanya gen diturunkan, dua bersaudara biasanya mempunyai tingkat spiritualitas yang berbeda secara signifikan-kasus kembar dalam satu telur adalah pengecualian, dimana dalam kasus ini kemiripan tingkat spiritualitas sangat tinggi.

Fakta menarik lain adalah tidak ditemukan adanya keterkaitan antara ketaatan beragama dengan tingkat spiritualitas seseorang. Dengan kata lain seorang pastur atau kyai bisa jadi memiliki tingkat spiritalitas yang lebih rendah dari orang yang gak beragama. Lha kenapa mereka bisa jadi pemimpin agama padahal spiritualitasnya rendah ? jawabnya ada pada faktor lingkungan, dimana lingkungan cukup mempengaruhi perilaku.

Nah jika anda tertarik mengetahui seberapa besar tingkat spiritualitas anda, ada test yang bisa diikuti :) , kalau keluar hasilnya mohon diposting ya

hasil test

 

Your InSpirit score was: 22Your Well-Being score was: 3.97

BLUE: You have a healthy sense of self-confidence and well-being, and spirituality is likely to be a strong contributor.

GREEN: You have a healthy sense of well-being, but spirituality may not be a strong contributor. Perhaps you have not experienced your spiritual core or you are not giving yourself permission to recognize these experiences. Consider nourishing their development through meditation and inner dialogue. Keep a journal of your inner discoveries.

YELLOW: Caution: Your spiritual experiences are not translating into a healthy sense of well-being. To bring your spiritual development into perspective, examine your psychological attitudes that need strengthening.

RED: Your scores may confirm a general sense of spiritual disconnection and lack of well-being. Strongly consider discussing these scores with a minister, counselor, or friend.

 

Stress Scores

Your Stress Level is 2.Interpretation
0-5 Minimal
6-16 Mild
17-27 Moderate
28-33 High

Health Risk Factors

Congratulations, you are promoting your health very effectively by minimizing behaviors that could impair your well-being. If spirituality is not yet a source of your well-being, read Margaret: A Case Study to better understand how spirituality can help to keep health-risk behaviors at minimal levels.

Keknya saya aman aman saja yah :)

September 5, 2008 at 6:48 pm Tinggalkan komentar


Kalender

Januari 2012
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip Tulisan

Kategori


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.