Merdeka-kah ?
September 6, 2008 at 8:58 am Tinggalkan komentar
Sudah 63 tahun lebih sekian bulan Indonesia merdeka dan secara de-jure menyatakan kemerdekaanya- sebuah kondisi dimana Indonesia mempunyai kedaulatan penuh atas wilayah dan rakyatnya, tapi belum juga indonesia merdeka dari bangsa lain dalam banyak hal
Belum merdekanya bangsa ini tidak seperti sebelum masa kemerdekaan dimana secara fisik eksplisit, sosial politik, budaya dikuasai bangsa lain, tapi lebih kepada tidak adanya kedaulatan Indonesia atas aspek ekonomi negerinya sendiri. Sebuah aspek yang merupakan tolok ukur standar mengenai seberapa mampu negara tersebut mensejahterakan rakyatnya
Tidak merdekanya indonesia secara ekonomi ditandai dengan betapa tergantungnya ekonomi indoensia mulai dari sektor produksi, manufaktur barang setengah jadi, transportasi kepada bangsa bangsa lain.Contoh sederhananya adalah di bidang produksi, energi khususnya (pada saat saya menulis artikel ini listrik mati 3 kali ), walaupun dimonopoli oleh perusahaan negara, produksi listrik PLN berasal dari pembangkit listrik yang mesin mesinnya berasal dari luar negeri. Mungkin lekat dalam ingatan kita ketika beberapa saat lalu salah satu pembangkit listrik kita tidak beroperasi-akibat menunggu datangnya suku cadang dari luar negeri yang mengakibatkan pasokan listrik defisit entah berapa MW.
Di bidang manufaktur barang setengah jadi, seperti layaknya bidang produksi, manufaktur barang di indoensia ini kebanyakan menggunakan alat buatan luar negeri, bahkan mesin jahit merk singer jadul itupun impor, entah darimana. Bisa dibayangkan jika ternyata kondisi yang mirip dengan pembangkit listrik yang saya sebutkan terjadi. Bisa bisa pabrik ndak produksi.
Di bidang transportasi, mana ada sih kendaraan pengangkut yang kita produksi sendiri, paling maksimal negara kita jadi assembler, komponenen paling penting dari kendaraan seperti mesin dan sasis kan masih impor, bisa dibanyangkan kalo tiba tiba jepang sebagai negara produsen kendaraan di indonesia tiba tiba menolak mengekspor kendaraan ke indoensia.
Dari fakta fakta empiris tersebut sepertinya tidak berlebihan jika dikatakan indonesia tidak cukup berdaulat, setidaknya di bidang ekonomi. saya rasa juga tidak berlebihan jika dikatakan indonesia sedang mengulangi dijajah lagi (walaupun tidak persis sama)-tidak secara fisik namun secara ekonomi
Di akhir tulisan saya ingin mengutip ungkapan lama entah dari siapa
Sejarah selalu berulang
Ungkapan itu hemat saya cukup menarik, apalagi jika melihat Indonesia yang dalam sejarah pernah dijajah, dan menjajah
Entry filed under: Kemandirian, Negara, Politik. Tags: 17 agustus, adil dan makmur, berdaulat, dijajah lagi, Indonesia, kapan indoensia menjajah, merdeka, sejarah selalu berulang.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed